Vice President External & Security PT Star Energy, Asrul Saleh Amru, Jumat (29/7), mengemukakan, tahun ini pihaknya mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih besar daripada 2010.
Asrul menyatakan, untuk 2011 dana CSR yang dialokasikan PT Star Energy senilai Rp 6 miliar. Selama periode Januari-Juni 2011, pihaknya menyalurkan CSR sebesar 50 persen alokasi.
Bahkan, katanya, pada 2012, pihaknya siap menaikkan dana CSR. Alasannya, setiap tahun, pihaknya memang meningkatkan anggaran dana CSR. "Alokasi CSR kami pada 2010 sebesar Rp 5,5 miliar," ujar Asrul.[ jabar.tribunnews.com]
Saturday, July 30, 2011
Tahun Ini, Star Energy Alokasikan CSR Rp 6 Miliar
Posted by editor in chief at 12:26 AM Saturday, July 30, 20110 comments
Penerapan CSR di Indonesia Perlukan Pedoman Sesuai ISO 26000
Posted by editor in chief at 12:17 AMKamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) hari ini, Kamis (28/7) menyelenggarakan diskusi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dengan tema, “Kearah Penerapan ISO 26000, Dalam Melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia.”
Pelaksanaan diskusi ini dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Keanggotaan, Pemberdayaan Daerah dan Tata Kelola Perusahaan Anindya Bakrie, Ketua Komite Tetap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Yani Motik dan SesMenko Perekonomian Supriadi di Menara Kadin Indonesia, Kuningan Jakarta.
Diskusi ini membahas cerita sukses dan berbagi pengalaman dari perusahaan skala multinasional dan nasional di Indonesia yang telah berhasil menerapkan program CSR di Indonesia. Perusahaan ini adalah PT. Astra Internasional, PT. Telekomunikasi Indonesia dan PT. Nestle Indonesia. Hasil diskusi ini nantinya akan dijadikan panduan pelaksanaan CSR di Indonesia yang mengacu pada ISO 26000.
Anindya Bakrie yang membawahi Komite Tetap CSR menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan awal suatu perjalanan panjang yang akan dijalani bersama, yakni melakukan kegiatan komunikasi dan edukasi guna untuk mendapatkan pemahaman yang sama dan utuh tentang CSR yang mengacu kepada ISO 26000 yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, lingkungan dan pelaku dunia usaha.
Hasil diskusi ini diharapkan akan menghasilkan “panduan umum” yang dibuat oleh Kadin Indonesia bersama-sama dengan pemangku kepentingan yang mengacu kepada ISO 26000, sehingga segenap pelaku dunia usaha di Indonesia dapat menerapkan program CSR di Indonesia.
Anindya Bakrie juga menyampaikan, paradigma pemahaman tentang CSR di Indonesia saat ini adalah “Dana CSR,” sehingga CSR diartikan selalu dengan “Dana,” bukan kepada proses dan dampaknya.
Melalui acara ini diharapkan peaku usaha dapat memiliki pemahaman yang sama tentang apa itu Tanggung Jawab Sosial, bagaimana penerapannya, bagaimana bentuk pelaporannya, dan semua prinsip yang terkandung di dalamnya, sehingga keinginan yang mulia untuk melakukan pembangunan berkelanjutan dapat dilakukan bersama-sama. Anindya juga berharap agar CSR dapat dikaitkan dengan sistem keterikatan usaha (kemitraan usaha) anatar perusahaan besar, menengah, kecil serta masyarakat sehingga dapat terbentuk entrepreneur-entrepreneur baru. Terkait dengan adanya peraturan dan perundangan yang ‘mewajibkan’ CSR, diharapkan tidak menjadi halangan bagi dunia melaksanakan Tanggung Jawab Sosial sebagi pelaku usaha dengan baik dan benar.
Ketua Komite Tetap Tanggung Jwab Sosial Perusahaan (CSR), Yani Motik berharap agar langkah awal ini dapat memberikan manfaat yang besar, bukan hanya kepada para pelaku dunia usaha Indonesia, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan dunia usaha, untuk mendapatkan manfaat dari diskusi yang nantinya akan menghasilkan ‘Panduan Umum’ tentang penerapan CSR yang mengacu kepada ISO-26000.
Badan Standarisasi Internasional ISO sejak November 2010 telah mengeluarkan ISO-26000 sebagai ‘Panduan’tentang Tanggung Jawab Sosial, yang bukan dimaksudkan sebagai sebuah ‘standar’ atau kebutuhan sertifikasi CSR, tetapi benar-benar sebuah ‘guidance’ atau panduan yang dapat ‘memandu’ penerapan Tanggung Jawab Sosial oleh organisasi apapun.
Sebagai salah satu dari 157 negara yang meratifikasi ISO-26000, Indonesia Dapat menjadikan ISO 26000 ini benar-benar sebagai acuan penerapan CSR. Untuk itulah, Kadin terpanggil untuk menggagas acara diskusi ini, yang tentunya sebagai sebuah awal dari perjalanan yang cukup panjang untuk mendapatkan masukan dari segenap pemangku kepentingan yang dapat dirangkum untuk menjadi “Panduan Umum” Tanggung Jawab Sosial di Indonesia. [www.kadin-indonesia.or.id]
0 comments
Monday, June 27, 2011
PT Timah Salurkan CSR ke IKM dan UMKM
Posted by editor in chief at 8:31 PM Monday, June 27, 2011Bupati Kabupaten Bangka Selatan H. Jamro H. Jalil membuka secara resmi kegiatan penyaluran dana program kemitraan CSR PT Timah (persero) Tbk pada semester 1 tahun 2011 bertempat di Gedung Nasional Toboali. H. Jamro dalam sambutannya mengatakan, tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan pembangunan di berbagai sektor adalah terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, baik itu material maupun spiritual di negeri Junjung Besaoh.
Di sadari bersama kondisi ekonomi ditanah air secara keseluruhan saat ini belum stabil, oleh karena itu dihimbaukan kepada seluruh pelaku bisnis baik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Koperasi harus benar-benar menyadari kondisi yang terjadi dengan berupaya mencari solusi agar kegiatan yanag dilakukan dapat tetap bertahan dan berjalan sesuai apa yang kita harapkan. [www.rakyatpos.com]
0 comments