Saturday, July 30, 2011

Tahun Ini, Star Energy Alokasikan CSR Rp 6 Miliar

Saturday, July 30, 2011

Vice President External & Security PT Star Energy, Asrul Saleh Amru, Jumat (29/7), mengemukakan, tahun ini pihaknya mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih besar daripada 2010.

Asrul menyatakan, untuk 2011 dana CSR yang dialokasikan PT Star Energy senilai Rp 6 miliar. Selama periode Januari-Juni 2011, pihaknya menyalurkan CSR sebesar 50 persen alokasi.

Bahkan, katanya, pada 2012, pihaknya siap menaikkan dana CSR. Alasannya, setiap tahun, pihaknya memang meningkatkan anggaran dana CSR. "Alokasi CSR kami pada 2010 sebesar Rp 5,5 miliar," ujar Asrul.[ jabar.tribunnews.com]



0 comments

Penerapan CSR di Indonesia Perlukan Pedoman Sesuai ISO 26000

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) hari ini, Kamis (28/7) menyelenggarakan diskusi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dengan tema, “Kearah Penerapan ISO 26000, Dalam Melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia.”

 

Pelaksanaan diskusi ini dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Keanggotaan, Pemberdayaan Daerah dan Tata Kelola Perusahaan Anindya Bakrie, Ketua Komite Tetap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Yani Motik  dan SesMenko Perekonomian Supriadi di Menara Kadin Indonesia, Kuningan Jakarta.

Diskusi ini membahas cerita sukses dan berbagi pengalaman dari perusahaan skala multinasional dan nasional di Indonesia yang telah berhasil menerapkan program CSR di Indonesia. Perusahaan ini adalah PT. Astra Internasional, PT. Telekomunikasi Indonesia dan PT. Nestle Indonesia. Hasil diskusi ini nantinya akan dijadikan panduan pelaksanaan CSR di Indonesia yang mengacu pada ISO 26000.

Anindya Bakrie yang membawahi Komite Tetap CSR menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan awal suatu perjalanan panjang yang akan dijalani bersama, yakni melakukan kegiatan komunikasi dan edukasi guna untuk mendapatkan pemahaman yang sama dan utuh tentang CSR yang mengacu kepada ISO 26000 yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, lingkungan dan pelaku dunia usaha.

Hasil diskusi ini diharapkan akan menghasilkan “panduan umum” yang dibuat oleh Kadin Indonesia bersama-sama dengan pemangku kepentingan yang mengacu kepada ISO 26000, sehingga segenap pelaku dunia usaha di Indonesia dapat menerapkan program CSR di Indonesia.

Anindya Bakrie juga menyampaikan, paradigma pemahaman tentang CSR di Indonesia saat ini adalah “Dana CSR,” sehingga CSR diartikan selalu dengan “Dana,” bukan kepada proses dan dampaknya.

Melalui acara ini diharapkan peaku usaha dapat memiliki pemahaman yang sama tentang apa itu Tanggung Jawab Sosial, bagaimana penerapannya, bagaimana bentuk pelaporannya, dan semua prinsip yang terkandung di dalamnya, sehingga keinginan  yang mulia untuk melakukan pembangunan berkelanjutan dapat dilakukan bersama-sama. Anindya juga berharap agar CSR dapat dikaitkan dengan sistem keterikatan usaha (kemitraan usaha) anatar perusahaan besar, menengah, kecil serta masyarakat sehingga dapat terbentuk entrepreneur-entrepreneur baru. Terkait dengan adanya peraturan dan perundangan yang ‘mewajibkan’ CSR, diharapkan tidak menjadi halangan bagi dunia melaksanakan Tanggung Jawab Sosial sebagi pelaku usaha dengan baik dan benar.

Ketua Komite Tetap Tanggung Jwab Sosial Perusahaan (CSR), Yani Motik berharap agar langkah awal ini dapat memberikan manfaat yang besar, bukan hanya kepada para pelaku dunia usaha Indonesia, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan dunia usaha, untuk mendapatkan manfaat dari diskusi yang nantinya akan menghasilkan ‘Panduan Umum’ tentang penerapan CSR yang mengacu kepada ISO-26000.

Badan Standarisasi Internasional ISO sejak November 2010 telah mengeluarkan ISO-26000 sebagai ‘Panduan’tentang Tanggung Jawab Sosial, yang bukan dimaksudkan sebagai sebuah ‘standar’ atau kebutuhan sertifikasi CSR, tetapi benar-benar sebuah ‘guidance’ atau panduan yang dapat ‘memandu’ penerapan Tanggung Jawab Sosial oleh organisasi apapun.

Sebagai salah satu dari 157 negara yang meratifikasi ISO-26000, Indonesia Dapat menjadikan ISO 26000 ini benar-benar sebagai acuan penerapan CSR. Untuk itulah, Kadin terpanggil untuk menggagas acara diskusi ini, yang tentunya sebagai sebuah awal dari perjalanan yang cukup panjang untuk mendapatkan masukan dari segenap pemangku kepentingan yang dapat dirangkum untuk menjadi “Panduan Umum” Tanggung Jawab Sosial di Indonesia. [www.kadin-indonesia.or.id]



0 comments

Monday, June 27, 2011

PT Timah Salurkan CSR ke IKM dan UMKM

Monday, June 27, 2011

Bupati Kabupaten Bangka Selatan H. Jamro H. Jalil membuka secara resmi kegiatan penyaluran dana program kemitraan CSR PT Timah (persero) Tbk pada semester 1 tahun 2011 bertempat di Gedung Nasional Toboali. H. Jamro dalam sambutannya mengatakan, tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan pembangunan di berbagai sektor adalah terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, baik itu material maupun spiritual di negeri Junjung Besaoh.
Di sadari bersama kondisi ekonomi ditanah air secara keseluruhan saat ini belum stabil, oleh karena itu dihimbaukan kepada seluruh pelaku bisnis baik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Koperasi harus benar-benar menyadari kondisi yang terjadi dengan berupaya mencari solusi agar kegiatan yanag dilakukan dapat tetap bertahan dan berjalan sesuai apa yang kita harapkan. [www.rakyatpos.com]



0 comments

Saturday, June 25, 2011

HSBC Sisihkan Profit 0,5% untuk Lingkungan

Saturday, June 25, 2011

Hongkong and Sanghai Bank Corporation (HSBC) Indonesia menyisihkan keuntungan (profit) perusahaan sebesar 0,5 persen untuk program corporate social responsibility (CSR). Salah satunya kepedulian terhadap lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Chief Technology and Services Officer HSBC, Jeffry Cheung, kepada wartawan, di sela-sela acara Green Festival the Hidden Value of The Forest, Jakarta, Sabtu (25/6/2011). [okezone.com]

 

 

 



0 comments

Antam Setor Rp50 miliar Dana CSR

PT Aneka Tambang, Tbk menyumbang dana corporate social responsibility senilai Rp50 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Gubernur Sultra Nur Alam mengatakan sebanyak Rp11 miliar dipersiapkan untuk membangun gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultra di Kota Kendari.

"Pembangunan gedung administrasi beserta peralatan kantornya membutuhkan dana setidaknya Rp6 miliar. Dengan demikian, kelebihan anggaran sebesar Rp5 miliar lagi akan dialokasikan untuk penataan taman dan pagar halaman rumah sakit," katanya di Kendari, Jumat (24/6). Total dana yang dibutuhkan merampungkan rumah sakit beserta peralatan kesehatan diperkirakan mencapai Rp500 miliar. [nasional.jurnas.com]

 

 

 



0 comments

Timah Salurkan Rp 34,9 M Dana CSR

Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel) H.Jamro H.Jalil, Jum’at (24/6) membuka secara resmi penyaluran dana program kemitraan CSR PT Timah (persero) Tbk Semester 1 Tahun 2011. 

Acara yang digelar di Gedung Nasional Toboali Kabupaten Basel tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Perekonomian Basel, Kepala Waspord PT Timah Toboali, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Basel, Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Timah dan para mitra binaan yang terdiri dari para IKM dan UMKM serta para unsur Muspida lainnya. [www.radarbangka.co.id]

 

 

 



0 comments

Wednesday, June 22, 2011

Social Entrepreneur

Wednesday, June 22, 2011
Now, entrepreneurship is promoted by many people especially conglomeration. They have a board like foundation or another team to empowerment people in the communities. So, what is social entrepreneurship ?

Social entrepreneurs are individuals with innovative solutions to society’s most pressing social problems. They are ambitious and persistent, tackling major social issues and offering new ideas for wide-scale change (www.ashoka.org)
Futhermore, Ashoka as incubator for social entrepreneurs give some examples  of leading social entrepreneurs:
  • Susan B. Anthony (U.S.): Fought for Women's Rights in the United States, including the right to control property and helped spearhead adoption of the 19th amendment.
  • Vinoba Bhave (India): Founder and leader of the Land Gift Movement, he caused the redistribution of more than 7,000,000 acres of land to aid India's untouchables and landless.
  • Dr. Maria Montessori (Italy): Developed the Montessori approach to early childhood education.
  • Florence Nightingale (U.K.): Founder of modern nursing, she established the first school for nurses and fought to improve hospital conditions.
  • Margaret Sanger (U.S.): Founder of the Planned Parenthood Federation of America, she led the movement for family planning efforts around the world.
  • John Muir (U.S.): Naturalist and conservationist, he established the National Park System and helped found The Sierra Club.
  • Jean Monnet (France): Responsible for the reconstruction of the French economy following World War II, including the establishment of the European Coal and Steel Community (ECSC). The ECSC and the European Common Market were direct precursors of the European Union.
Surrender the Heart (Surrender to Destiny)

0 comments

Sunday, June 19, 2011

BNI Syariah alokasikan Dana CSR

Sunday, June 19, 2011
PT Bank Negara Indonesia Syariah mengalokasi dana Rp2,8 miliar yang diperuntukan bagi Manajemen Syukur sebagai wujud dari tanggungjawab sosial perusahaan dengan fokus pada pendidikan. 
Direktur Utama BNI Syariah Rizqullah mengatakan sebanyak 50% atau Rp1,4 miliar dana tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) itu berasal dari sebagian keuntungan perseroan dan sisanya merupakan sumbangan karyawan BNI Syariah. 

0 comments

Friday, June 17, 2011

Nestlé Forum discusses shared value creation in Indonesia

Friday, June 17, 2011
International experts discussed the challenge of closing inequality gaps in Indonesian society at a Creating Shared Value (CSV) Forum held by Nestlé in Jakarta today. 
More than 200 representatives from business, government, civil society and academia attended Nestlé Indonesia’s second CSV Forum, which focused on nutrition and rural development.

The Forum, part of a series organised by Nestlé in a selection of countries where it operates, encouraged the exchange of ideas on how the private and public sector can create social value through sustainable partnerships.

Frits van Dijk, Nestlé Executive Vice President and Zone Director for Asia, Oceania, Africa and Middle East attended the event, where he explained how Creating Shared Value is an intrinsic part of the Company’s business strategy.


0 comments

Six UN PRI principles

The United Nations Principles for Responsible Investment (UN PRI) have become the de facto global initiative requiring institutional investors to include environmental, social and corporate governance (ESG) issues into investment analysis and decision-making processes.  The UN PRI principles commit to:
  1. Incorporating ESG issues into investment analysis and decision-making processes.
  2. Incorporating ESG issues into ownership policies and practices.
  3. Seeking appropriate disclosure on ESG issues by the entities in which investments are made.
  4. Promoting acceptance and implementation of the principles within the investment industry.
  5. Working together to enhance effectiveness in implementing the principles.
  6. Reporting on activities and progress towards implementing the principles.
A Little Death In Dixie  |  True Grit (Blu-ray/DVD Combo + Digital Copy)

0 comments

WBCSD welcomes the Indonesian BCSD to its Regional Network

The Indonesian Business Council for Sustainable Development (BCSD) was launched today in Jakarta. In addition to 30 business leaders, the inauguration was attended by Indonesia’s Minister for Industry, Mr. S. Hidayat; the Minister for Environment, Mr. Gusti Muhammad Hatta; the Chairman of the Indonesian National Council on Climate Change, Mr. Rachmat Witoelar; and the Chairman of Indonesia’s Chamber of Commerce and Industry (KADIN), Mr. Suryo B. Sulisto. The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) was represented by its Special Advisor on Indonesia, Mr. Neil Franklin.

The IBCSD will provide a platform for businesses to share best practice in tackling risks and taking advantage of opportunities related to sustainable development. It will also act as a key partner to government and civil society providing business input and solutions for Indonesian policies on sustainability issues.


0 comments

What We Do

The concepts of Responsible Investing are also often referred to as Socially Responsible Investing (SRI), Corporate Social Responsibility (CSR), Sustainable Investing, and Green Investing.

0 comments